Skip to content
Back to news
News14 Agustus 2025

Tim Riset CC PHASE & Disaster Nursing FIK UI Mengeksplorasi Aksi Masyarakat Sleman dalam Resiliensi Bencana Berbasis Budaya dan Kepemimpinan Perempuan

Tim Riset CC PHASE & Disaster Nursing FIK UI Mengeksplorasi Aksi Masyarakat Sleman dalam Resiliensi Bencana Berbasis Budaya dan Kepemimpinan Perempuan

Program Hibah Toyota mempertemukan peneliti Jepang, Indonesia, dan Malaysia untuk mengeksplorasi aksi resiliensi bencana berbasis budaya dan kepemimpinan perempuan. Klaster Riset Disaster Nursing bersama Climate Change, Planetary Health and Sustainable Care (CC PHASE), Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi, Universitas Gadjah Mada mengembangkan penelitian melalui workshop dengan Hyogo University, Jepang.

Masyarakat lereng merapi di Desa Petung, Kabupaten Sleman, menjadi sampel penelitian. Status merapi yang tengah Siaga III menjadikan resiliensi bencana berbasis budaya dan kepemimpinan perempuan dapat dieksplorasi. Selasa, 4 Agustus 2026, tim peneliti menggelar workshop tersebut. Kegiatan yang diketuai oleh Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., Ph.D. bersama kolaborator dari Hyogo University, Prof Mashino, diikuti oleh peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok diskusi, yaitu kelompok rentan, kader, NGO, serta pemangku kebijakan setempat. Kehadiran beragam peserta mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kesadaran resiliensi bencana berbasis budaya dan kepemimpinan perempuan.

Melalui pendekatan focus group discussion (FGD), peserta diajak mengidentifikasi hal-hal yang menjadi perhatian termasuk kekhawatiran mereka di situasi bencana letusan gunung merapi, hal-hal yang menjadi kebutuhan, hal yang dapat mereka lakukan di situasi pra, bencana, maupun pasca bencana kelak, serta hal yang dapat menjadikan mereka tangguh dalam menghadapi tiga fase tersebut. Eksplorasi tersebut dilakukan dengan pendekatan berbasis budaya yang telah mereka miliki dan bagaimana kepemimpinan perempuan telah berjalan. Hal-hal yang menjadi data dijadikan landasan musyawarah untuk identifikasi hal yang semestinya dipertahankan, hal yang butuh dikuatkan, serta aksi-aksi nyata yang dapat menuju tujuan tersebut.

Peserta antusias berdiskusi, lembar kerja yang menjadi media diskusi diselesaikan oleh masing-masing kelompok dan dipresentasikan setelahnya. "Setelah kegiatan ini, Desa Petung akan meningkatkan perhatian dan kesiapsiagaan untuk serius menyusun rencana aksi. Saya bersama Pak Dukuh siap berkomitmen untuk melakukan yang terbaik." Ujar Istri Kepala Dukuh Desa Petung, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta dalam sesi presentasi kelompoknya, disertai anggukan persetujuan dari Pak Galih selaku Kepala Dukuh.

Share